OUR STORE

www.freewebstore.org/Unishirt-Store
OUR ONLINE STORE
Showing posts with label warna. Show all posts
Showing posts with label warna. Show all posts

Thursday, January 15, 2015

MEMBUAT KAOS SABLON BERKUALITAS

Tren kaos memang tak pernah pudar, beragam jenis dan teknik pembuatan kaos membuat semakin banyak pilihan produk dan jenis kaos. Salah satu yang tak kalah menarik adalah kaos yang didesain dengan teknik sablon. Kaos dengan desain sablon banyak digunakan oleh produsen untuk mempercantik kaos produksi mereka, mulai dari kaos yang dijual di kaki lima hingga kaos limited edition ala distro. Meski menggunakan teknik serupa yaitu menyablon, namun kaos dan desain yang dihasilkan berbeda-beda sesuai dengan kualitasnya. Lantas, bagaimana cara membuat kaos sablon berkualitas baik? Berikut ini akan diberikan beberapa tahapan membuat kaos sablon berkualitas.

1. Memilih Bahan

Karena yang ingin dibuat adalah kaos berkualitas baik, maka dalam memilih bahan atau kain yang akan digunakan juga haruslah memiliki mutu yang baik. Ada beberapa pilihan bahan yang lazim digunakan untuk membuat kaos, namun produsen tetap harus memilah bahan seperti apa yang akan digunakan sesuai dengan tema dan segmen pasar.

Bahan yang sangat lazim digunakan untuk membuat kaos adalah katun (cotton). Bahan ini terbuat dari serat kapas sehingga sangat nyaman dipakai dan menyerap keringat. Namun seiring dengan perkembangan zaman, katun juga terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai dengan spesifikasi benangnya. seperti cotton combed, cotton carded, teteron cotton, cotton voscoste dan lainnya. Jika ingin membuat kaos dengan kualitas tinggi pilihlah bahan cotton combed atau setidaknya cotton carded, kedua bahan ini sudah teruji mudah menyerap keringat dan nyaman dipakai.




2. Membuat Pola

Setelah menentukan bahan maka langsung bisa dipotong sesuai dengan pola yang diinginkan. Memotong bahan ke dalam pola kaos tidaklah sulit, produsen hanya harus menyesuaikan pemotongan dengan ukuran yang telah disediakan. sebelumnya. Seperti ukuran S, L, XL atau free size. Pada tahap pemotongan, perencanaan ukuran sangatlah penting agar dapat memaksimalkan penggunaan bahan dan meminimalisir kesalahan sehingga hanya sedikit sisa bahan yang terbuang.




3. Mendesain

Bagian terpenting dari pengerjaan kaos sablon adalah mendesain berbagai model sablon yang akan dicetak pada kaos. Tahap desain ini lazim dikerjakan dengan menggunakan software khusus untuk mendesain yang tentunya dengan menggunakan media komputer. Sehingga memudahkan desainer dalam mencurahkan kreativitasnya.




4. Menyablon

Setelah mendapatkan desain sesuai dengan keinginan, proses selanjutnya adalah mencetak desain yang masih berupa desain digital maupun print out di atas bahan atau pola. Proses ini disebut dengan menyablon. Kini, sablon atau menyablon secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sablon manual dan digital printing. Sablon dengan cara manual lebih rumit dan harus dikerjakan oleh orang yang sudah berpengalaman. Sedangkan digital printing lebih mudah dan murah oleh sebab itu dapat dikerjakan oleh siapa saja termasuk pemula. Baik sablon secara manual ataupun digital printing memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.




5. Menjahit

Setelah proses sablon selesai tiba saat menyatukan pola-pola yang telah dibentuk. Menjahit dapat dikatakan sebagai puncak dari proses membuat kaos. Pada tahap ini pula kita dapat menentukan kualitas kaos, apakah ingin membuat kaos berkualitas rendah atau berkualitas tinggi hingga menahun. Semua ditentukan oleh kualitas benang yang digunakan dan kerapatan jahitan. Dalam menjahit kaos, ada berbagai macam teknik menjahit yang kerap digunakan untuk mempercantik desain kaos seperti jahit rantai, overdeck, overlock dan sebagainya. Setelah selesai dijahit kaos sudah dapat dipakai, namun ada baiknya melalui proses finishing terlebih dahulu sebelum dipasarkan.




6. Mengemas

Kemasan merupakan salah satu wadah marketing yang efektif agar pembeli selalu mengingat produk dan toko atau distro kita. Kemasan yang menarik memberikan citra yang positif terhadap pembeli sehingga mereka mau kembali dan membelanjakan uang mereka, untuk itu jangan sepelekan fungsi kemasan. Banyak contoh kemasan produk kaos dengan desain kemasan yang menarik. Salah satunya adalah kemasan khusus bertema limited edition.




Demikianlah enam tahapan bagaimana membuat kaos dengan kualitas juara. Sesungguhnya tahapan demi tahapan tidak dapat dipisahkan dan menentukan hasil akhir sehingga turut menentukan kualitas kaos itu sendiri. Oleh karena itu, meski terlihat mudah, ada baiknya selalu mengedepankan ketelitian dalam tiap proses agar tidak terjadi kesalahan atau kecacatan produk.

source

Monday, January 12, 2015

Menerapkan warna-warna komplementer untuk desain kaos

Di dalam ilmu desain grafis, warna komplementer merupakan warna-warna yang tidak serasi atau tidak harmonis. Namun, jika warna-warna komplementer tersebut berhasil dipadukan dengan trik tertentu, maka perpaduan warna-warna komplementer akan terlihat unik, dinamis, menarik dan eye catching. Warna-warna komplementer pun dapat diterapkan untuk membuat desain kaos baik desain grafis kaos maupun di bagian kaos tertentu. Diperlukan trik-trik khusus agar desain kaos yang dibuat dengan warna-warna komplementer terlihat harmonis.

Gambar berikut ini adalah beberapa contoh kaos dengan desain warna-warna komplementer. Gambar pertama merupakan contoh desain dengan warna hijau dan merah. Warna hijau dan merah merupakan warna komplementer. Desain tersebut terlihat sangat harmonis walaupun menggunakan warna yang tidak harmonis. Gambar kedua merupakan contoh desain warna kaos menggunakan warna coklat dan biru yang merupakan warna-warna komplementer. Desain tersebut pun terlihat sangat padu walaupun menggunakan warna yang tidak berlawanan. Jika anda tertarik dengan desain kaos tersebut, maka berikut ini adalah beberapa trik untuk membuat desain kaos dengan warna-warna komplementer.

 

Menggunakan color wheel

Gambar berikut ini merupakan lingkaran warna di mana warna-warna yang saling berhadapan merupakan warna-warna komplementer. Pilihlah pasangan warna yang anda paling sukai misalnya warna hijau dengan merah, atau warna kuning dengan biru. Anda pun dapat memilih lebih dari satu pasang warna.



Menggunakan garis tepi

Untuk memadukan warna-warna komplementer agar tidak terlihat saling bertabrakan maka gunakanlah garis tepi atau border dari setiap objek. Contoh desain kaos di atas yang menggunakan warna merah dan hijau adalah contohnya

Menggunakan variasi warna terang dan warna gelap

Salah satu trik lainnya untuk memadukan warna-warna komplementer agar terlihat padu adalah menggunakan variasi warna terang dan warna gelap. Misalnya warna hijau muda dengan warna merah gelap, atau warna biru muda dengan warna kuning tua. Perpaduan tersebut akan menghasilkan desain yang unik, menarik serta eye catching. Gambar desain berikut ini merupakan contoh dari trik tersebut.

 

Desain pertama tersebut menggunakan warna merah terang dan hijau gelap. Perpaduan kedua warna komplementer tersebut membuat desain terlihat padu. Sedangkan desain kedua menggunakan dua pasang warna komplementer yaitu warna merah-hijau dengan warna coklat dan biru. Perpaduan warna gelap dan warna terang dari warna-warna komplementer tersebut membuat desain kaos terlihat sangat padu dan dinamis. Agar terlihat lebih padu maka anda pun dapat menggunakan garis tepi berwarna putih atau hitam di setiap bagian warna seperti pada contoh di atas. Anda pun dapat menggunakan trik ini untuk membuat desain grafis kaos lainnya

Menggunakan warna-warna komplementer di bagian-bagian kaos.

Warna-warna komplementer pun dapat digunakan di bagian kaos tertentu. Misalnya menggunakan warna merah di bagian kerah dan menggunakan warna hijau di bagian muka kaos. Anda pun dapat melakukan variasi warna terang dan warna gelap seperti yang dijelaskan di contoh kedua. Gambar berikut ini adalah contohnya 

 

Menambahkan warna-warna lainnya

Agar desain kaos terlihat lebih dinamis maka anda dapat menambahkan warna lain yang bukan merupakan pasangan warna komplementer misalnya menambahkan warna biru untuk pasangan warna merah dan hijau.

source

Saturday, January 10, 2015

Memilih warna dan desain kaos yang sesuai dengan kepribadian



Kaos adalah pakaian yang sering dipakai, terutama oleh pria. Ada slogan yang mengatakan bahwa pakaian yang dipakai menunjukkan bagaimana kepribadian seseorang. Kaos, sebagai sebuah pakaian, memang disadari atau tidak, akan menunjukkan bagaimana sesungguhnya kepribadian dan karakter yang memakai kaos tersebut. Dewasa ini, banyak sekali kaos dengan warna dan motif yang sangat beragam. Salah memilih warna dan motif kaos, tentunya akan mempengaruhi bagaimana orang menilai kepribadian anda. 

Setiap manusia tentunya kecenderungan kepribadian. Dengan memahami salah satu kecenderungan kepribadian anda, maka akan memudahkan anda untuk memilih warna dan desain kaos yang sesuai.

Warna kaos bagi yang memiliki kepribadian dinamis
Kepribadian dinamis merupakan karakter yang cenderung selalu ingin berubah dan selalu mengikuti setiap perkembangan terbaru. Atau dengan kata lain dikenal dengan kata gaul. Jika anda termasuk orang yang memiliki kepribadian dinamis, maka anda harus menjadikan warna merah atau warna putih sebagai warna yang paling menonjol. Beberapa warna sekunder yang bisa diterapkan adalah kuning, biru muda, ungu, putih dan hitam. Bagian kerah atau bagian lengan dapat menggunakan warna sekunder ini

Adapun untuk desainnya, jika ingin terkesan agak formal maka jangan menggunakan desain gambar sedikit pun di kaosnya atau hanya menggunakan sedikit tipografi saja. Dapat juga menggunakan motif garis-garis berwarna sebagai warna yang melengkapi warna utama. Jika ingin terkesan non-formal, maka dapat menggunakan desain apa pun di muka kaos baik desain yang kompleks ataupun yang sederhana. 

Warna kaos bagi yang memiliki kepribadian periang 
Jika anda termasuk orang yang memiliki kepribadian periang, maka anda harus menjadikan warna kuning atau oranye sebagai warna yang menonjol. Warna sekunder untuk melengkapi warna kuning adalah putih dan merah. Bagian kerah dan bagian lengah dapat menggunakan warna putih. Kaos ini dapat menggunakan desain apa pun di muka kaosnya. Karakter periang akan semakin kuat terpancar dari kaos ini apabila menggunakan desain gambar yang kompleks

Warna kaos bagi yang memiliki kepribadian empati
Kepribadian empati merupakan karakter orang yang dapat memahami perasaan dan emosi dan orang lain. Kepribadian ini umumnya dimiliki oleh wanita. Jika anda memiliki kepribadian ini, warna yang ditonjolkan di kaos anda adalah warna ungu. Semakin menonjol warna ungu di kaos anda, maka secara psikologis anda akan semakin memiliki karakter yang semakin empati. Warna sekunder untuk melengkapi warna ungu adalah warna kuning atau putih.

Adapun untuk desainnya hindari menggunakan desain gambar kompleks dan gambar yang memiliki banyak warna di muka kaos. 

Warna kaos bagi yang memiliki kepribadian berani
Orang yang memiliki kepribadian ini harus menggunakan warna hitam sebagai warna yang paling menonjol di kaosnya. Semakin warna hitam menonjol dari kaosnya maka akan semakin menunjukkan karakter berani. Apabila anda senang memadukan warna hitam dengan warna lain, maka karakter berani yang dipancarkan dari kaosnya akan berkurang. Warna sekunder untuk melengkapi warna hitam adalah warna merah. Bagian lengan atau bagian kerah dapat menggunakan warna merah. 

Adapun untuk desainnya di muka kaosnya, hindari desain gambar yang memiliki banyak warna. Pilihlah desain kaos yang hanya menggunakan sedikit saja warna. Jika anda memiliki keberanian yang ekstrem, anda dapat memilih desain kaos dengan tema-teman seram seperti tema tengkorak dan warna kaos hanya warna hitam saja.

source

Wednesday, January 7, 2015

Sejarah Penamaan Kaos Raglan

Tersembunyi satu hal menarik dari salah satu jenis kaos yang ada di pasaran saat ini, dan mungkin kita cukup familiar dengan jenis kaos yang satu ini, yaitu kaos raglan. Kaos yang menonjolkan perbedaan warna pada bagian lengan dengan bagian tubuh ini memiliki sejarah tentang asal muasal dari mana penyematan nama “Raglan” itu diberikan. Memang, diantara jenis kaos lainnya, ada kaos polos, kaos sablon, kaos kerah, penamaan pada semua jenis kaos tersebut menyesuaikan dengan model dan bentuk kaosnya. Berbeda dengan kaos “Raglan” yang bisa dibilang sama sekali tidak menggambarkan isi dari bentuk kaosnya.

Jelas saja demikian, karena nama “Raglan” sendiri diambil dari seorang serdadu Inggris, yang bernama Fitzroy James Henry Somerset sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa di masa hidupnya. Dan nama “Raglan” itu adalah nama dari sebuah desa di inggris, desa di mana Fitzroy James Henry Somerset berasal. Fitzroy james ini dikenal sebagai serdadu yang tidak kenal lelah. Bagaimanapun keadaan yang dialaminya ia tetap melanjutkan perjuangan guna membela negaranya di kala masa peperangan ketika itu. 

Misalnya sewaktu terjadi peperangan antara Inggris dengan Prancis. Peperangan yang dikenal dengan perang waterloo ini mengakibatkan Fitzroy james mengalami 5 tusukan luka pada bagian lengan kanannya, hingga akhirnya lengan kanannya harus diamputasi. Namun, walaupun begitu, keadaan itu sama sekali tidak menyurutkan semangat Fitzroy james untuk terus bertempur membela negaranya.



Karena semangat juang yang tinggi tersebut, ia kemudian di percaya memegang salah satu jabatan administrasi di pemerintahan Inggris saat itu, dengan lengan kirinya ia kembali harus beradaptasi untuk bisa menulis guna mengerjakan tugas-tugas pemerintahan. Lagi-lagi ia melakukannya dengan tekun tanpa putus asa dan kenal rasa lelah. Berkat jasa-jasanya yang memberikan kontribusi yang penting bagi negaranya, oleh kerajaan Inggris ia diberi gelar “The 1st Baron of Raglan” atau “Baron dari Raglan”. Istilah Baron merupakan gelar yang diberikan kerajaan Inggris kepada seseorang sebagai bentuk penghormatan atau apresiasi karena dianggap telah melakukan sesuatu hal yang berjasa untuk negara.



Sedangkan model kaos raglan yang kita kenal saat ini, dengan menonjolkan keunikan pada sisi lengannya, konon katanya itu merupakan model pakaian yang dulunya sering dipakai oleh si Fitzroy james ini. Yang mana, Fitzroy james sangat menyukai memakai mantel dengan model jahitan di bagian lengan, yah seperti pada model kaos raglan. Jadi, untuk mengenang jasa-jasanya terdahulu maka dibuatlah jenis pakaian yang modelnya sama persis seperti apa yang yang disukai oleh si Fitzroy james. Dan pakaian tersebut itulah yang kita kenal sekarang dengan sebutan kaos raglan.

Yah, meskipun kaos raglan terlihat cukup simple bentuknya, namun ternyata dibalik itu semua ada cerita menarik yang terkandung di dalamnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima Kasih.

source